|

Bengkulu - Populasi anggrek pensil (Vanda Hookeriana) di sekitar kawasan Cagar Alam Dusun Besar (CADB) Kota Bengkulu terancam punah, akibat habitatnya terganggu serta tanaman yang ada habis dicuri orang.
Tanaman anggrek Vanda tahun 2004 seluruhnya habis dicuri orang, sedangkan tanaman baru sekitar 50 batang kondisinya sangat baik di sekitar Danau dendam Tak Sudah (DDTS) setempat, kata Kabag TU Balan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Supartono, Selasa (24/11).
Budi daya bunga terlangka di dunia itu, awalnya cukup berhasil dan ditanam dalam habitatnya di cagar alam setempat, namun ketika petugas lengah tanaman itu sudah hilang.
Padahal di sekitar kawasan itu dibuat pos BKSDA untuk pengamanan hutan cagar alam dan tanaman langka di dalamnya termasuk bunga Vanda Hookkeriana tersebut.
Sekitar tahun 2004 petugas BKSDA melalui kelompok Darma wanitanya melakukan budidaya bunga langka itu. Awalnya diambil hanya tujuh stek dan sudah berkembang mencapai 400 batang tumbuh dengan baik seperti alami.
Dari 400 batang bunga itu kemudian separuhnya ditanaman ke dalam kawasan hutan cagar alam di sekitar Danau Dendam setempat, dengan tujuan agar bisa berkembang seperti alami sebelumnya.
Mengingat harga bunga langka tersebut sangat mahal, maka tanaman di kawasan habitatnya itu habis dicuri pada malam hari oleh warga.
Selama tahun 2009 petugas kembali menanam bunga itu dalam kawasan sekitar DDTS sekitar 50 batang dan pertumbuhannya cukup baik, rencananya masih ada bibit alami tersisa di suatu tempat akan dibudidayakan.
Menurut dia, bunga langka di dunia itu awalnya sangat banyak tumbuh di sekitar danau, namun akibat kerusakan kawasan hutan cagar alam di bagian hulunya, debit air danau turun drastis pada saat musim kemarau.
Padahal anggrek yang punya nilai jual itu hidup menumpang pada bunga bakung (crinum asiaticum), sementara bunga bakung itu banyak mati akibat surutnya permukaan air danau pada musim kemarau.
Dalam survei di sekitar DDTS tahun 2004 berhasil menemukan beberapa puluh batang bunga vanda masih hidup sempurna, tujuh batang di antaranya diambil dan dibudidayakan untuk diselamatkan dari kepunahan.
Pembudidayaan bunga vanda itu kerjasama dengan Ny. Maimuna, salah seorang penggemar anggrek di Kota Bengkulu dan sempat berkembang ratusan batang.
Dari jumlah itu sudah dikembalikan ke habitatnya di sekitar DDTS sebanyak 200 batang dan sudah hidup secara alami, sehingga warga Bengkulu ke depan akan menikmati keindahan bunga anggrek pensil tersebut, katanya.
Di Provinsi Bengkulu anggrek pensil satu-satunya hidup dirawa-rawa di sekitar DDTS dalam CADB, namun di habitanya itu sekarang sudah sangat jarang dijumpai dan terancam punah.
Untuk mengatisipasi kepunahan bunga langka itu, BKSDA berupaya melakukan budidaya dan berhasil, sehingga bunga vanda tersebut masih aman dari kepunahan.
Bunga anggrek pensil mempunyai warna yang indah dan menawan serta mempunyai kesegaran tahan lama (22 hari). Bunga tersebut merupakan salah satu jenis anggrek di Indonesia yang dapat merebut hati masyarakat Inggris, sehingga pada tahun 1882 dinobatkan sebagai "Ratu Anggrek" dan pernah mendapatkan hadiah "Fist Class Certificate".
Anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Lobb di Labuan Kalimantan, namun vanda hookerinia diberikan sebagai penghormatan terhadap Sir William Jackson Hooker, seorang mahaguru ahli botani yang pernah menjabat sebagai direktur kebun raya Kew Inggris, tambah Supartono.(ant/yan)
|